Tampak luar Pasar Johar pada tahun 1938-1942

Sejarah Pasar Johar Semarang, Pasar Terbesar di Asia Tenggara

Pasar Johar merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Semarang. Sejarah tentang pasar ini dimulai pada seabad yang lalu, tepatnya pada tahun 1860. Pada saat itu masih banyak pedagang yang mengelar dagangnya di depan penjara sebelah timur alun-alun Kota Semarang. Para pedagang berdagang untuk melayani para keluarga tahanan yang menunggu waktu jam besuk di bawah pohon Johar.

Menurut cerita masyarakat pohon Johar tersebut merupakan pemberian dari Sunan Pandanaran yang tidak menginginkan kawasan tersebut menjadi kumuh oleh tenda para pedagang. Oleh karena itu Sunan Pandanaran memerintahkan untuk menanam pohon Johar di sekitar lokasi penjara agar bisa digunakan untuk berteduh. Barang-barang yang dijual oleh para pedagang adalah barang hasil dari pertanian seperti buah-buahan, jagung, pisang, dan juga ketela pohon. Pada saat itu para pedagang tidak mengganggu lalu lintas, oleh karena itu pemerintah setempat membiarkannya. Hanya ada para petugas kebersihan yang memungut biaya retribusi dari para pedagang.

Suasana di Pasar Johar pada tahun 1938-1942
Suasana di Pasar Johar pada tahun 1938-1942

Pada tahun 1931 Pemerintah Kota Praja berniat untuk membangun pasar yang lebih besar dengan cara menggabungkan pasar yang sudah ada yaitu pasar Johar, Pasar Pedamaran, Pekojan, Benteng dan juga pasar Jurnatan. Pasar Johar dipilih sebagai lokasi pembangunan pasar baru tersebut, karena lokasi ini dianggap yang paling strategis dibanding dengan pasar yang lain. Kemudian pada tahun 1933, Ir Thomas Karsten, seorang arsitek Belanda diminta untuk membuat desain pasar sentral yang memiliki bentuk dasar seperti pasar Jatiasih. Thomas Karsten kemudian membuat arsitektur pasar Johar yang memungkinkan sinar matahari bisa masuk ke seluruh penjuru pasar tanpa adanya efek panas. Serta adanya sirkulasi udara yang mengalir dengan baik.

Lorong Pasar Johar
Lorong Pasar Johar

Dengan manajemen dan arsitektur yang baik, pada tahun 1955 Pasar Johar disebut-sebut sebagai pasar tradisional terbaik dan terbesar di Asia Tenggara. Dalam perkembangannya Pasar Johar semakin berkembang dengan pesat. Pedagang yang mengisi tempat ini tidak hanya pedagang dari Semarang tapi banyak juga dari luar kota yang mencari rejeki di pasar ini. Bisa dibilang pedang di pasar ini terdiri dari berbagai etnik. Ada yang berasal dari etnik Arab, Jawa, Madura, Bugis, Cina, Batak dan etnik-etnik yang lain.

Pasar Johar sendiri setiap harinya selalu dibanjiri oleh para pengunjung yang ingin mencari barang kebutuhan masing-masing. Penyebab pasar ini selalu ramai karena harga barang yang terjangkau dan masih bisa ditawar. Selain itu kualitas barang yang dijual juga tidak kalah bagus dengan barang yang dijual di pusat perbelanjaan. Pada umumnya pasar tradisional terkesan kumuh, becek dan tidak teratur. Tetapi hal ini tidak akan Anda lihat di pasar Johar, karena semuanya tertata dengan baik, bersih dan rapi. Pasar Johar menjadi pasar yang sangat besar yang tidak hanya melayani pedagang dan pembeli dari Semarang, tapi juga mencakup hingga daerah luar Semarang.Bisa dibilang skala pelayanan pasar ini memiliki tingkat regional Jawa Tengah. Itulah kenapa Pasar Johar menjadi salah satu ikon Kota Semarang. Karena itulah pasar ini pernah mendapatkan predikat pasar terbesar dan terbaik di Asia Tenggara.

Kebakaran-Pasar-Johar
Kebakaran-Pasar-Johar

Sayangnya kemegahan pasar Johar terkena amukan si jago merah pada 10 Mei, 2015. Sehingga membuat kondisi pasar ini menjadi sangat parah, kios-kios serta lapak beserta dengan barang dagangan habis terbakar oleh api. Walaupun bangunan pasar masih berdiri kokoh tapi tampak lapak para pedagang sudah ludes terbakar, tetapi bagian depan masih berbentuk. Sedangkan lapak yang berada di samping pasar Johar sudah roboh dan hangus oleh kobaran api. Api yang membakar pasar yang dibangun tahun 1938 itu ternyata merambat ke pasar yang ada tepat di sebelahnya yaitu pasar Yaik.

Saat ini pemerintah setempat serta dari berbagai pihak telah mengumpulkan dana untuk membangun ulang pasar ini. Semoga saja bisa cepat selesai sehingga Anda bisa berkunjung ke pasar terbesar di Asia Tenggara ini. Untuk sekedar jalan-jalan atau berbelanja aneka barang kebutuhan primer ataupun sekunder. Bila Anda berkunjung di Kota Semarang jangan lupa untuk mampir ke berbagai tempat wisata di Semarang yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Leave a Comment