Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Bangunan Bersejarah di Kota Semarang

Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah sekaligus menjadi tempat wisata di Semarang. Bangunan ini menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Lawang Sewu sendiri merupakan bangunan kuno peninggalan zaman pemerintahan belanda yang dibangun pada tahun 1904. Pada awalnya gedung ini menjadi kantor pusat kereta api (trem) penjajah Belanda atau dalam bahasa asingnya Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung dengan gaya art deco dengan tiga lantai ini merupakan karya arsitek Belanda yang bernama BJ Queendag dan Prof Jacob F Klinkhamer.

Eksotisme Lawang Sewu
Eksotisme Lawang Sewu Sumber Gambar : www.flickr.com

Bangunan Lawang Sewu sendiri berada di sisi timur Tugu Muda Semarang tepatnya berada di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Masyarakat sekitar menamainya Lawang Sewu karena banyaknya jumlah pintu yang ada di bangunan tersebut. Pada kenyataannya jumlah pintu yang ada di bangunan ini tidak sampai seribu. Bangunan ini juga memiliki banyak jendela yang lebar dan tinggi, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.

Lawang Sewu
Lawang Sewu www.flickr.com
Foto Kaca di Lawang Sewu
Foto Kaca di Lawang Sewu
Sumber Gambar :www.flickr.com

Bangunan gedung Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan dan memiliki dua buah sayap membentang di bagian kanan dan kirinya. Ketika kita memasuki bangunan utama , kita akan menemukan sebuah tangga besar yang menghubungkan ke lantai kedua. Diantara tangga besar tadi kamu bisa melihat sebuah kaca besar yang menunjukan gambar dua wanita muda yang berasal dari Belanda, gambar tersebut terbuat dari gelas kaca. Semua setruktur bangunan mulai dari pintu, jendela, menggunakan arsitektur gaya Belanda. Dengan kemewahan, keindahan serta keeksotisannya Lawang Sewu menjadi tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Keindahan Bangunan Lawang Sewu
Sumber Gambar : flickr.com

Pemugaran Bangunan Lawang Sewu

Lawang Sewu Tempo Doloe
Lawang Sewu Tempo Doloe
Sumber Gambar : www.flickr.com

Bangunan bersejarah ini cukup lama tidak terurus menjadikan Lawang Sewu menjadi bangunan yang kumuh. Setelah beberapa waktu cukup lama akhirnya dilakukan pemugaran terhadap Lawang Sewu. Pemugaran Lawang Sewu dilakukan dalam rentang waktu cukup lama dan akhirnya selesai pada tahun 2011 dan kembali dibuka kembali untuk umum pada tanggal 5 Juli 2011. Pembukaan Lawang Sewu pada waktu itu diresmikan langsung oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Tempat ini juga pernah menjadi tempat pagelaran Pameran Kriya Nusantara yang menampilkan berbagai produk tradisional dari Seluruh daerah di Nusantara.

Jumlah Pintu Bangunan Lawang Sewu

Bangunan Lawang Sewu
Bangunan Lawang Sewu
Sumber Gambar : www.flickr.com

Berapakah jumlah pintu yang sebenarnya dari bangunan Lawang Sewu ini? Pasti kamu penasaran kan. mungkin seperti kepulauan Seribu yang jumlah pulaunya sebenarnya tidak sampai 1.000. Karena jumlah yang tercatat sebenarnya hanya 342 buah pulau saja. Sebutan Kata “Sewu” (jawa:seribu) merupakan penggambaran oleh masyarakat karena banyaknya pintu yang ada. Menurut pemandu wisata di Lawang Sewu, jumlah lubang pintu yang ada pada bangunan ini terhitung sebanyak 429 buah dan jumlah daun pintunya mencapai 1.200 buah.

Sejarah Lawang Sewu

Sejarah Lawang Sewu Semarang
Sejarah Lawang Sewu Semarang Sumber Gambar : www.flickr.com

Sejarah gedung Lawang Sewu tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkeretaapian yang ada di Indonesia karena gedung ini dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van Nederlandsc atau Indische Spoorweg Maatscappij (NIS). Gedung ini digunakan sebagai kantor pusat NIS, perusahaan kereta api swasta yang ada pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Perusahaan ini lah yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan Semarang dan Yogjakarta dan juga jalur Semarang Temanggung pada tahun 1867.

Kereta di Lawang Sewu
Kereta di Lawang Sewu Sumber Gambar : www.flickr.com

Pada awalnya administrasi Nis hanya berada di Stasiun Semarang, tetapi karena pertumbuhan jaringan yang sangat pesat sehingga diikuti dengan kebutuhan ruang kerja. Hal inilah yang membuat NIS membangun kantor administrasi di lokasi baru tepatnya di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda di ujung Bodjongweg Semarang. Dan pembangunan gedung ini diserahkan kepada dua arsitek ternama dari Belanda yaitu Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag.

Pelaksanaan pembangunan Gedung Lawang Sewu dimulai pada tanggal 27 februari 1904 dan selesai pada tahun 1907. Memperbaiki kondisi tanah yang berada di jalan dilakukan penggalian sedalam 4 meter dan diganti dengan menggunakan lapisan vulkanis. Sedangkan bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga serta bangunan percetakan selanjutnya baru merehap bangunan utama. Setelah difungsikan selama beberapa tahun akhirnya pada tahun 1916-1918 dilakukan perluasan kantor dengan membuat bangunan tambahan.

Gedung Lawang Sewu
Sumber Gambar : www.flickr.com

Pada tahun 1873 pembangunan rel kereta api pertama pemerintahan Hindia Belanda berhasil diselesaikan. Jalan rel tersebut dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij (NIS). NIS adalah perusahaan swasta yang ditunjuk pemerintah kolonial untuk membuat jalur perhubungan antara daerah pertanian yang subur di Jawa Tengah dengan kota pelabuhan Semarang (Durrant, 1972). Pada abad ke-20 NIS membangun sebuah stasiun baru yang sangat besar. Pada tahun 1914 Stasiun Tawang menggantikan stasiun tambak sari. Sebelumnya pada tahun 1908 NIS berhasil juga membangun sebuah kantor baru yang berada di ujung jalan Bodjong di Wilhelmina Plein yang lokasinya bersebrangan dengan kediaman Gubernur.

Kantor pusat NIS yang baru dibangun merupakan sebuah bangunan besar 2 lantai yang mempunyai bentuk ā€œLā€ hasil rancangan J.F Klinkhamer dan Ouendag dengan gaya Renaissance Revival (Sudrajat,1991). Bangunan ini dibangun di Semarang pada saat masa peralihan abad 20 ketika pemerintahan Hindia Belanda memperkenalkan politik etis. Pada saat itu karena adanya perluasan wilayah jajahan serta desentralisasi administrasi kolonial sehingga dibangunlah perumahan serta bangunan publik di kawasan ini.

Gedung Lawang Sewu Tempo Doloe
Sumber Gambar : www.flickr.com

Penduduk di Semarang menamai bangunan bekas kantor NIS ini sebagai bangunan “Lawang Sewu” karena banyaknya pintu yang ada di bangunan ini. Banyaknya pintu serta jendela yang ada di gedung ini karena arsiteknya ingin membangun sebuah bangunan modern yang menyesuaikan iklim tropis di Semarang.Semua bahan-bahan yang digunakan untuk membangun gedung ini didatangkan dari Eropa kecuali bahan batu bata, kayu jati serta batu alam.

Itulah sejarah singkat tentang tempat Wisata Lawang Sewu Semarang yang sekarang menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pelancong yang berasal dari berbagai daerah.

Leave a Comment